Tiga Malam Ngekos,Di Godain Jin Berujung Lari Terpirit-Pirit
Beginilah nasib jadi anak proyek,di daerah mana lokasi proyek itu berarti saya harus tinggal di daerah situ.
Pada hari selasa bulan kemaren saya tiba di Kota Bekasi,tepatnya di kawasan industri MM2100.Disitulah ada projek pengerjaan ereksen baja di sebuah PT.Kontrak satu bulanpun saya tandatangani,karena jarak lokasi projek dengan tempat tinggal saya cukup jauh,terpaksa saya harus mencari kontrakan untuk saya nginap.
Singkat cerita ketemulah saya dengan seorang bapak-bapak (Pak Haji),ngobrol panjang lebar,ngalor ngidul,hingga akhirnya dia menawarkan kamar kontrakan miliknya,kebetulan ada yang masih kosong.
Dari 14 kamar kos miliknya nomor 13 lah yang masih kosong.
Setelah saya survey menurut saya lumayan juga untuk kelas proyek,dan kebetulan lokasinya tepat di sebelah proyek yang saya kerjain.Dan akhirnya saya ngekos di situ.
Malam pertama kira-kira jam 1 pagi saya terbangun di kejutkan dengan suara auman dari belakang kosan,selang beberapa menit saya di kejutkan lagi dengan suara memukul pintu WC,saat itu saya tidak mempunyai rasa curiga,cuman sedikit merinding bulu kuduk,kemudian saya tidur lagi.
Malam kedua saya di kejutkan lagi dengan sura yang sama,cuma yang kedua ini cukup keras menurut saya.
Yang paling keras suara pukulan ke pintu WC (pintu WCnya terbuat dari Alumunium) sehingga membuat saya emosi dan botol air mineralpun saya lempar berkali kali ke arah pintu WC.Menjelang subuh berhentilah itu suara.
Malam ketiga tepatnya malam jumat kira kira jam 20.00 WIB saya tidur,kira-kira 3 jam mata saya trerpejam,saya di kejutkan dengan suara auman yang cukup keras di sertai pukulan ke pintu WC yang sangat dahsyat.sontak saya terbangun dengan cukup kaget,sambil mengucap lafadz-lafadz Alloh SWT,keringatpun membasahi sekujur tubuh saya.
Dia(si pengganggu saya tidur) seakan akan gak menghiraukan lemparan botol air mineral saya.
Semakin lama sura itu semakin menjadi,sehingga pada pukul 2.00 pagi saya ambil langkah seribu.KABURRR...
Singkat cerita,pagi kira kira jam 6.00 saya kembali ke kamar kontrakan.KAGET ketika saya melihat ke dinding tembok ada bekas cakaran kuku mulai dari kamar WC sampai pintu depan.sayapun gak berpikiran panjang langsung beres beres.
KABURRRR.....
bersambung.........
SERAM MANIA
Rabu, 29 April 2015
Jumat, 24 April 2015
KISAH MISTERI SI MANIS JEMBATAN ANCOL-SERAM
Kisah Misteri Si Manis Jembatan Ancol

Siapa yang tidak kenal dengan kisah yang melegenda Si Manis Jembatan Ancol. Masyarakat Jakarta bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya seperti hafal dengan kisah tersebut. Bahkan kisahnya diangkat dan difilmkan pada tahun 1993.
Kisah yang berawal pada abad 19 tersebut, yang pada saat itu Jakarta masih menggunakan nama Batavia dan Indonesia masih dijajah Belanda. Hidup seorang Ibu bersama anaknya yang bernama Siti Ariah (nama lain Maryam) saat itu berusia 16 tahun yang tinggal di sebuah paviliun milik seorang juragan kaya raya.
Kala itu sang juragan merayu dan berniat untuk menikahi Siti Ariah, namun niat sang juragan ditolak dengan tegas oleh Siti Ariah yang tidak percaya dengan niat sang juragan, menurutnya keinginan tersebut hanyalah unutk menjadikan dirinya selir bagi sang juragan. Bukan hanya itu, Siti Ariah ternyata memiliki alasan lain yaitu tidak mau melangkahi sang kakak yang belum menikah. Ariah pun memutuskan kabur untuk lari dari ajakan sang juragan.
Ternyata dalam pelariannya, Ariah bertemu seorang kaya raya di Batavia yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas (Ancol) bernama Oey Tambahsia. Kecantikan yang dimiliki Ariah, nyatanya menarik minat Oey yang langsung bergerak cepat memerintahkan 2 orang centengnya yaitu Pi'un dan Surya untuk memburu dan menangkap Ariah untuk di nikahinya dan akan dijadikan koleksi tambahan perempuan mudanya.
Pi'un dan Surya pun berusaha keras menangkap Ariah. Namun, Ariah berlari dan berusaha memberikan perlawanan hebat kepada keduanya, pada akhirnya Ariah pun tewas tak kuasa dan kehabisan tenaga takluk di tangan kedua centeng tersebut di bendungan dempet dekat Danau Sunter yang saat itu terkenal sangat angker.
Mayat Ariah dibuang begitu saja di area persawahan sekitar 400 meter dari jembatan Ancol. Peristiwa itu terjadi pada 1817, menurut catatan Ridwan Saidi, tokoh Betawi yang melakukan penelitian tentang legenda Ariah dari saksi-saksi hidup pada tahun 1955-1960. Dari kisah itulah legenda Si Manis Jembatan Ancol bermula.
Banyak cerita mistis yang dialami warga seputar legenda itu. Pada saat merdeka.com mencoba menelusuri kisah si manis jembatan Ancol tersebut, ternyata kisah itu juga dialami pada tahun 1994 seorang tukang ojek bernama Yoto (43) mengaku dirinya pernah mendapatkan pelanggan yang sangat cantik ketika tengah mangkal di jembatan Ancol pukul 05.00 subuh, gadis tersebut ingin di antarkan ke Ancol
"Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami, yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol.
"Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol.
"Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol."Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami, yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol
"Ciri-ciri orangnya cakep, rambut sebahu, kulitnya sawo matang, kejadian pagi jam 05.00 WIB, pakai baju kayak gaun begitu berbunga-bunga warna pelangi begitu. Saya ngobrol ama teman-teman setelah kejadian mereka bilang itu udah biasa dan katanya itu Si manis jembatan Ancol," tandasnya pria yang tinggal di daerah Sunter Bahari Rt 23/Rw 01 Kelurahan Sunter Agung tersebut.
Siapa yang tidak kenal dengan kisah yang melegenda Si Manis Jembatan Ancol. Masyarakat Jakarta bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya seperti hafal dengan kisah tersebut. Bahkan kisahnya diangkat dan difilmkan pada tahun 1993.
Kisah yang berawal pada abad 19 tersebut, yang pada saat itu Jakarta masih menggunakan nama Batavia dan Indonesia masih dijajah Belanda. Hidup seorang Ibu bersama anaknya yang bernama Siti Ariah (nama lain Maryam) saat itu berusia 16 tahun yang tinggal di sebuah paviliun milik seorang juragan kaya raya.
Kala itu sang juragan merayu dan berniat untuk menikahi Siti Ariah, namun niat sang juragan ditolak dengan tegas oleh Siti Ariah yang tidak percaya dengan niat sang juragan, menurutnya keinginan tersebut hanyalah unutk menjadikan dirinya selir bagi sang juragan. Bukan hanya itu, Siti Ariah ternyata memiliki alasan lain yaitu tidak mau melangkahi sang kakak yang belum menikah. Ariah pun memutuskan kabur untuk lari dari ajakan sang juragan.
Ternyata dalam pelariannya, Ariah bertemu seorang kaya raya di Batavia yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas (Ancol) bernama Oey Tambahsia. Kecantikan yang dimiliki Ariah, nyatanya menarik minat Oey yang langsung bergerak cepat memerintahkan 2 orang centengnya yaitu Pi'un dan Surya untuk memburu dan menangkap Ariah untuk di nikahinya dan akan dijadikan koleksi tambahan perempuan mudanya.
Pi'un dan Surya pun berusaha keras menangkap Ariah. Namun, Ariah berlari dan berusaha memberikan perlawanan hebat kepada keduanya, pada akhirnya Ariah pun tewas tak kuasa dan kehabisan tenaga takluk di tangan kedua centeng tersebut di bendungan dempet dekat Danau Sunter yang saat itu terkenal sangat angker.
Mayat Ariah dibuang begitu saja di area persawahan sekitar 400 meter dari jembatan Ancol. Peristiwa itu terjadi pada 1817, menurut catatan Ridwan Saidi, tokoh Betawi yang melakukan penelitian tentang legenda Ariah dari saksi-saksi hidup pada tahun 1955-1960. Dari kisah itulah legenda Si Manis Jembatan Ancol bermula.
Banyak cerita mistis yang dialami warga seputar legenda itu. Pada saat merdeka.com mencoba menelusuri kisah si manis jembatan Ancol tersebut, ternyata kisah itu juga dialami pada tahun 1994 seorang tukang ojek bernama Yoto (43) mengaku dirinya pernah mendapatkan pelanggan yang sangat cantik ketika tengah mangkal di jembatan Ancol pukul 05.00 subuh, gadis tersebut ingin di antarkan ke Ancol
"Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami, yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol.
"Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol.
"Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol."Biasa naik ojek kan ngobrol, tapi diajak ngobrol kok diam aja. Saya tanya mau ke mana mbak? Dia jawab mau ke Ancol. Tapi pas sampe Ancol dia diam aja, ditengok tiba-tiba enggak ada saya kaget dan langsung merinding dan kabur ngebut," ujar Yoto kepada kami, yang pada saat itu pertama kali mengojek di jembatan Ancol.
Yoto menuturkan, pada saat itu jembatan Ancol hanya ada satu dan belum ada tol kemayoran dan lalu lintas sangat lengang. Ketika di tanyakan lebih lanjut bagaimana ciri-ciri wanita yang menjadi pelanggannya tersebut, dirinya masih sangat ingat bahkan meyakini bahwa sosok tersebut adalah Si Manis Jembatan Ancol
"Ciri-ciri orangnya cakep, rambut sebahu, kulitnya sawo matang, kejadian pagi jam 05.00 WIB, pakai baju kayak gaun begitu berbunga-bunga warna pelangi begitu. Saya ngobrol ama teman-teman setelah kejadian mereka bilang itu udah biasa dan katanya itu Si manis jembatan Ancol," tandasnya pria yang tinggal di daerah Sunter Bahari Rt 23/Rw 01 Kelurahan Sunter Agung tersebut.
KEJADIAN ANEH SANG PENGGALI KUBUR,SEREM
Kejadian ini sungguh sangat mengejutkan orang di sekitarnya,pada saat sang penggali kubur sedang asyik menggali tiba-tiba di kejutkan dengan penemuan kain kafan yang masih wangi minyak.kabar dari masyarakat setempat itu adalah kain kafan mayat seorang bayi.
Semoga tidak terjadi apa yang tidak di inginkan.
Senin, 20 April 2015
SITUS BATU JAYA,RENGASDENGKLOK-KARAWANG
Situs Batujaya, Rengasdengklok : Penemuan Arkeologi Terpenting di Asia dalam 50 Tahun Terakhir
Mungkin
ulasan ini OOT (out of topic) tetapi, sebagaimana ekskavasi-ekskavasi
arkeologi lainnya, ada kaitannya juga dengan geologi: terkait dengan
sedimentasi Delta Citarum dan terkait dengan rencana pengembangan
lapangan minyak Pondok Tengah (Pertamina) dan pemboran eksplorasi Ranca
Jawa. Lagipula, penemuan besar semacam ini saya kalau tidak diketahui,
padahal jaraknya tak sampai 50 km di sebelah timur laut Jakarta. Semoga
bermanfaat.
Hasan Djafar, ahli arkeologi UI, kepala tim penggalian situs Batujaya, menerangkan dengan runtut penemuan situs ini. Penggalian yang telah berlangsung selama 22 tahun ini telah menghasilkan banyak penemuan artefak : bongkah2 bata merah yang kemudian bisa direkonstruksi menjadi candi-candi yang cukup besar, tembikar-tembikar, manik-manik, tablet-tablet tanah liat dan yang mengejutkan dan baru ditemukan tahun 2006 ini (terutama Juli 2006) adalah penemuan puluhan kerangka manusia yang masih utuh dari tengkorak sampai tapak kaki.
Dua orang perempuan ahli arkeologi berkebangsaan Prancis dan Belanda khusus datang ke situs ini untuk mengekskavasi kerangka-kerangka di situs Batujaya, mengambil beberapa sampel tulang dan gigi dan akan melakukan penelitian DNA atas fosil tulang dan gigi guna mendapatkan data karakteristik ragawi yang lebih lengkap. Metode terbaru dalam arkeologi adalah bahwa pengambilan spesimen fosil suatu ras manusia harus dilakukan oleh ahli arkeologi dari ras yang berlainan. Mungkin, ini untuk menghindarkan kontaminasi saat pengambilan sampel. Karena kerangka manusia di Batujaya diperkirakan dari ras Indonesia, yaitu Mongolid, maka yang mengambil sampel adalah orang2 dari ras Eropa (Kaukasoid).
Penelitian lebih dari 20 tahun ini tentu telah menghasilkan beberapa kesimpulan sementara, yaitu : (1) situs ini berumur di ambang pra-sejarah dan sejarah Indonesia (abad ke-4 dan ke-5 Masehi, saat ini batas pra-sejarah dan sejarah Indonesia adalah tahun 400 Masehi), (2) Candi Batujaya terbuat dari batamerah dan mempunyai ciri-ciri candi Budha, (3) tembikar dan manik-manik yang ditemukan adalah dari masa Neolitikum, (4) votive tablets (semacam meterai) dari tanah liat bakar bertuliskan tulisan pendek dalam aksara Palawa.
Penggalian dan penelitian di Situs Batujaya masih terus berlangsung, analisis laboratorium atas sampel-sampel artefak dan fosil dari Batujaya masih terus dilakukan. Data hasil analisis DNA pada kerangka2 manusia yang ditemukan di situs ini nanti akan mengungkapkan banyak fakta. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan dapat mendengar hasilnya.
Tetapi, penelitian arkeologi di situs Batujaya harus berdampingan dengan kepentingan ekonomi pesawahan Karawang sebagai lumbung padi nasional, dan rencana Pertamina dalam mengembangkan penemuan minyak di Pondok Tengah. Mungkin, tumpang-tindih lahan penelitian dan kepentingan ekonomi kelak akan terjadi.Secara ekonomi, Situs Batujaya bisa saja dianggap tak menguntungkan, namun dilihat dari sudut kebutuhan memperkuat jati diri bangsa, maka sejarah bangsa yang jelas terbaca adalah sebuah modal pokok untuk berjati diri. Bangsa yang dihapus sejarahnya akan menjadi bangsa yang tidak percaya diri, yang dengan mudah akan dijadikan sasaran dominasi bangsa lain. Siapa tahu Situs Batujaya kelak mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang telah berbudaya tinggi sejak zaman pra-sejarah pun.
INGIN PUNYA SEORANG ANAK,RELA NIKAH DGN GENDERUWO-SERAM
ANAKKU TERNYATA ANAK GENDERUWO
Gara-gara ingin mempunyai seorang anak, sepasang suami isteri yang sudah belasan tahun menikah rela bersekutu dengan genderuwo. Namun akhirnya, penyesalan jualah yang mereka dapatkan....
Kisah mistis ini dialami oleh paman dari sahabat Penulis, yang bertempat tinggal di daerah Blitar, Jawa Timur. Demi melindungi nama baik mereka, sahabat penulis meminta supaya nama pelaku disamarkan. Berikut ini adalah kisah mistis lengkap mereka...:
Setelah tiga belas tahun menikah, Ngadiyono dengan Sulastri belum juga dikaruniai seorang anak. Sudah tak terhitung banyaknya dokter ahli kandungan yang mereka datangi demi mewujudkan impian mereka memiliki momongan. Bahkan puluhan orang pintar pun telah mereka sambangi demi mimpi yang sama. Namun semua usaha yang melakukan lakukan belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Karena mimpi yang mereka dambakan tak juga terwujud jadi nyata, pasangan suami isteri Ngadiyono dan Sulastri pun tenggelam dalam rasa keputusasaan, bahkan akhirnya hanya bisa pasrah terhadap nasib. Hingga suatu ketika datanglah salah seorang paman Sulastri yang bernama Pakde Ngatmin yang berasal dari Kediri. Kepada Pakdenya, Sulastri dan Ngadiyono menceritakan keresahan yang mereka alami.
Setelah mengetahui penderitaan yang dialami oleh keponakannya, Pakde Ngatmin memberitahukan bahwa ada suatu tempat kramat di wilayah Jawa Timur yang mungkin saja bisa mewujudkan impuan mereka. Tempat semacam punden kuno.
"Banyak orang minta berkah di tempat kramat ini agar mempunyai anak. Menurut cerita yang Pakde dengar, kabarnya banyak yang berhasil," tegas Pakde Ngatiman.
Walaupun Pakde-nya telah membicarakan kekeramatan punden tersebut, Ngadiyono sama sekali tidak tertarik. Pikirnya, dokter dan orang pinter saja sudah dia datangi dan tak berhasil, apalagi hanya sebuah tempat keramat. "Mustahil!" bantahnya dalam hati.
Karena omongannya tak ditanggapi oleh Ngadiyono, Pakde Ngatmin malah membujuk keponakannya, Sulastri, agar mau bertirakat di punden kramat tersebut, dan mohon kepada yang mbaurekso agar bisa diberi momongan anak.
"Apa kamu tidak ingin punya keturunan, sedangkan usia perkawinanmu sudah belasan tahun. Kalau suamimu tidak mau biar kamu saja yang tirakat disana. Nanti alamatnya Pakde kasih tahu," bujuk Pakde Ngatiman.
Mendengar bujukan dan nasehat pamannya itu, Sulastri mulai tergoda. Sebagai wanita dia sudah tentu ingin sekali mempunyai anak keturunan.
Demikianlah, detelah Pakde-nya pulang ke Kediri, Sulastri membicarakan keinginannya untuk bertirakat di punden keramat tersebut kepada suaminya. Namun, Ngadiyono menolaknya dengan alasan dokter dan paranormal saja tak banyak membantu apalagi tempat keramat. Lagi pula dia takut terjebak kemusyrikan dengan memuja sebuah tempat keramat.
"Lebih baik pasrah dan berdoa saja kepada Tuhan!" tegas Ngadiyono membuat isterinya terdiam.
Namun Sulastri tidak berputus asa. Keinginannya yang sangat kuat untuk mempunyai anak memaksanya untuk terus menerus mendesak suaminya agar mau menemaninya bertirakat di punden keramat tersebut.
Ngadiyono yang semula bersikukuh tetap menolak ajakan isterinya akhirnya luluh hatinya, ketika Sulastri memintanya dengan linangan air mata. Dia tak tega melihat isterinya bersedih.
Akhirnya, dengan berat hati Ngadiyono menyetujui usulan isterinya untuk bertirakat di punden keramat tersebut. Setelah mendapat cuti dari tempat kerjanya Ngadiyono beserta isterinya pergi menuju Jawa Timur. Mereka mampir ke rumah pamannya yaitu Pakde Ngatmin untuk dimintai alamat serta denahnya.
Setelah menginap semalam di rumah Pakde-nya, keesokan paginya mereka berdua menuju ke punden keramat tersebut. Di dalam perjalanan mereka mengira tempat yang akan mereka kunjungi adala sebuah makam keramat, namun ternyta bukan. Punden tersebut hanya sebuah onggokan batu besar yang sekelilingnya terdapat pohon-pohon besar dan tua yang menyeramkan.
Singkat cerita, setelah mendapat wejangan dari juru kunci punden, mereka berdua diharuskan tirakat di tempat tersebut dengan membakar kemenyan. Ini dilakukan selama semalaman.
Mereka berduapun menyanggupi persyaratan tersebut. Dan malam itu juga mereka melakukan ritual pemujaan di punden keramat itu. Bersama malam yang kian larut, mereka berdua pun ikut larut dalam semedi yang kian khusuk. Dinginnya malam dan semilir angin menerpa tubuh mereka. Ada perasaan takut dan ngeri di hati mereka. Namun karena tujuan telah bulat, maka perasaan itu pun mereka buang jauh-jauh.
Di tengah keheningan malam itu, mata Ngadiyono seakan mulai meredup dan tak sanggup menahan rasa kantuk yang amat sangat. Secara tak sadar dia pun mulai tertidur pulas, sementara Sulastri masih asyik dengan semedinya. Entah apa yang terjadi....
***
Beberapa bulan setelah melakukan ritual pemujaan di punden keramat, aneh bin ajaib, Sulastri memang hamil. Dia merasa sangat bahagia, begitu pula dengan Ngadiyono. Ya, mereka bedua merasa bahagia karena impian untuk mempunyai keturunan akan terwujud menjadi kenyataan. Tapi dibalik rasa bahagia itu hati Sulastri sebenarnya bergidik menahan ngeri bila mengingat peristiwa malam itu. Inilah kejadian yang sebenarnya...:
Tatkala suaminya tertidur pulas malam itu, dia didatangi sosok makhluk hitam tinggi besar. Makhluk seram itu mendatanginya dengan senyuman yang menyeringai. Namun entahlah, Sulastri bagaikan terhipnotis oleh senyuman makhluk itu.
Dan yang lebih aneh lagi, Sulastri diam saja ketika makhluk hitam seram itu menggumuli dan menikmati tubunya. Saat itu juga makhluk itu berkata sambil berbisik lirih, "Sulastri, aku akan menitiskan anakku ke dalam rahimmu!"
Sulastri diam membisu. Dia bahkan begitu bergairah dengan permainan makhluk yang sangat menjijikan itu.
Begitulah. Sulastri sengaja merahasiakan peristiwa tersebut kepada suaminya. Dia takut Ngadiyono marah besar bila mendengar cerita ini. Ya, siapa sih yang rela isterinya disentuh oleh orang lain, terlebih berwujud makhluk menyeramkan.
Hari demi hari berlalu, hingga tak terasa usia kandungan Sulastri mencapai sembilan bulan lebih. Semestinya, sang jabang bayi sudah berkendak dilahirkan ke dunia. Namun, memang aneh, hingga usia sepuluh bulan tanda-tanda kelahiran itu belum juga nampak.
Karena merasa takut ada sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada diri isterinya, Ngadiyono segera memeriksakan kandungan Sulastri ke dokter spesialis kandungan. Menurut hasil pemeriksaan dokter, tak ada kelainan yang dialami Sulastri maupun bayi yang di kandungnya. Janin itu masih dalam keadaan sehat dan tak perlu merasa khawatir dengan keterlambatan persalinan.
Merasa tidak puas dengan jawaban dokter, Ngadiyono membawa isterinya ke dukun beranak. Setelah diperiksa, hasilnya pun sama, yaitu Sulastri dan anak yang dikandungnya masih dalam keadaan sehat.
Di usia kandungannya yang memasuki bulan ketiga belas, Sulastri merasa purutnya amat mules. Karena keadaannya mendesak Ngadiyono tak sempat membawa isterinya ke rumah sakit, namun dia segera membawa isterinya ke dukun beranak yang berada dekat sekitar rumahnya.
Menjelang tengah malam, hati Ngadiyono merasa resah dan tak menentu menanti kelahiran anak pertamanya. Beberapa saat kemudian terdengar tangisan seorang bayi dari arah dalam kamar. Kemudian disusul suara jeritan rasa kesakitan dan suara itu berasal dari suara dukun beranak.
Karena merasa penasaran, Ngadiyono segera masuk menuju kamar bersalin itu. Namun, betapa kagetnya dia saat itu. Apa yang terjadi? Ngadiyono menyaksikan sesosok bayi berwarna hitam legam dengan ditumbuhi bulu yang lebat tengah menyedot darah yang keluar dari leher si dukun beranak. Sementara itu Sulastri nampak jatuh pingsan.
Merasa ketakutan, saat itu juga, Ngadiyono berteriak meminta pertolongan. Demi mendengar teriakan itu makhluk kecil itu menatap Ngadiyono dan berkata, "Ngadiyono aku bukan anakmu, tapi aku adalah titisan genderuwo, yang dititiskan melalui isterimu!"
Makhluk itu tertawa menyeringai, kemudian berlari melompat jendela yang terbuka dan menghilang.
Beberapa lama kemudian, masyarakat yang mendengar teriakan Ngadiyono pada berdatangan. Mereka semua terkejut mendapati dukun beranak yang telah mati mengenaskan, dan merasa heran demi mendapati Sulastri yang tengah pingsan sehabis melahirkan. Begitu pun dengan Ngadiyono yang terkulai lemah di atas lantai, tak sadarkan diri.
Sebagian dari para tetangga itu segera mengurus jenazah si dukun beranak, dan sebagian lagi segera membawa Sulastri ke rumah sakit.
Seminggu setelah kejadian itu, keadaan Sulastri mulai membaik. Sambil berurai air mata dia menceritakan pengalaman seramnya ketika berada di punden keramat sewaktu suaminya tertidur. Ngadiyono menyimak dengan batin yang perih.
Sulastri menyesal dengan kejadian itu dan meminta maaf kepada suaminya. Ngadiyono pun memaafkan isterinya dan berusaha agar sabar menahan cobaan.
Mungkin memang Tuhan belum mengizinkan atau belum memberi mereka keturunan. Yang terpenting mereka berdua harus memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kerena mereka telah melakukan kemusyrikan dengan melakukan pemujaan di punden keramat tersebut
CERITA MISTERI NYI BLORONG-SERAM
Nyi Blorong merupakan sosok legenda Indonesia yang berwujud wanita cantik, bertubuh manusia dari pinggang ke atas, dan berwujud ular dari pinggang ke bawah. Ia merupakan panglima terkuat yang dimiliki oleh Kanjeng Ratu Kidul dan sering dianggap sama dengan Nyi Roro Kidul.
Menurut kepercayaan masyarakat, Nyi Blorong adalah penguasa keraton pantai selatan yang memiliki kesaktian luar biasa, memiliki pengikut berbagai macam makluk halus. Ia konon memang ditugaskan untuk menyesatkan manusia agar terjerumus pesugihan dan menjadikan manusia budak-budaknya yang taat.
Nyi Blorong tampil mengenakan kebaya berwarna hijau dengan rajutan emas. Kain panjang berwarna emas tersebut konon merupakan perwujudan sosok aslinya, yaitu ular raksasa. Pada saat bulan purnama, kacantikan dan kesaktian Nyi Blorong mencapai puncaknya, tetapi saat bulan mengecil, ia akan kembali ke wujudnya yang semula yaitu ular raksasa
Nyi Blorong dipercaya dapat mendatangkan kekayaan bagi orang yang tertarik mengajaknya untuk bersekutu. Setiap kedatangan Nyi Blorong, ia akan meninggalkan kepingan-kepingan emas di tempat ia menemui orang yang menjalin hubungan dengannya sebagai imbalan. Emas tersebut konon sebenarnya merupakan sisik-sisik tubuhnya.
Pesugihan dengan Nyi Blorong dipercaya membutuhkan tumbal arwah manusia pengikutnya. Saat ajal, arwah pengikutnya itu akan menjadi bagian dari penghuni keraton gaib Laut Selatan untuk selamanya. Selain itu, dalam jangka waktu tertentu, Nyi Blorong juga meminta tumbal nyawa untuk menambah jumlah prajurit serta meningkatkan kecantikannya.
Sebagian spiritualis menganggap Nyi Blorong sama dengan Nyi Loro Kidul, tetapi versi tersebut dibantah sebagian ahli supranatural yang lain. Nyi Blorong lebih berwujud sebagai putri ular yang ditugaskan untuk menggoda manusia dan menyesatkan manusia dengan cara-cara pesugihan. Hal itu berbeda dengan Ratu Kidul yang berwatak baik hati
Namun menurut sumber lain, Nyi Blorong adalah sebutan untuk Nyimas Dewi Anggatri, anak dari Nyimas Dewi Rangkita atau yang dikenal sebagai ratu Galuh, anak dari Nyimas Dewi Anggista, putri bungsu dari Raja Caringin Kurung ke XI, Prabu Jaya Cakra
CERITA MENYERAMKAN SAAT EVAKUASI AIR ASIA-PENUH MISTERI
Ilustrasi mayat.
Sederet Cerita Misteri dalam Proses Evakuasi AirAsia
10 January 2015 - 21:30 pm
Kisah ini diceritakan oleh orang-orang yang terlibat dalam proses
evakuasi AirAsia, baik anggota TNI AU, cleaning service hingga keluarga
korban
Di tubuh Cleaning Service RSUD Sultan Imanuddin Mengalir Darah
Sarinah, cleaning service (CS) yang bekerja di bagian luar sekitar ruang peti jenazah Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalteng merasa takut. Bau mayat yang menyegat membuatnya merinding. Ketakutan wanita itu terus bertambah karena mendengar cerita kondisi jenazah saat ditemukan ada yang sudah tidak dalam keadaan utuh.
"Panas dingin juga sempat saya rasakan karena melihat tetesan darah mengalir," kata Sarinah seperti yang dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com).
Cerita ketakutan Sarinah tidak berhenti sampai di sini. Bayang-bayang kegelisahan itu semakin menjadi ketika tiba di rumahnya.
Oleh anaknya, M Rahman yang berumur tiga tahun, dilihatlah darah yang mengalir di tubuhnya. "Mama, itu di tubuh dan wajah mama kenapa banyak darah sambil berteriak-teriak ," ujar Sarinah menirukan omongan anaknya.
Sarinah memercayai dan sadar bahwa roh korban yang meninggal telah mengganggu anaknya. Ia segera meminta tolong kepada Sarin, kakek yang dianggap 'pintar'. Dengan air yang telah dibacakan mantra, Sarin menyerahkan ke Rahman untuk meminumnya.
Selang beberapa menit sang anak tertidur pulas. "Selama lima hari bekerja membantu di rumah sakit anak ini tidak pernah seperti ini. Apalagi selama ini selalu ikut di rumah sakit saat saya bekerja tidak apa-apa, kata kakeknya ada sawan jenazah yang menempel di tubuh saya," ujarnya.
Dibayang-bayangi Pria Besar saat Sendiri di Mobil
Anggota TNI AU Lanud Iskandar, Mulyadi menceritakan peristiwa yang dialami itu terjadi saat hendak pulang ke rumahnya usai mengangkat jenazah dari ambulans di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng menuju pesawat Hercules TNI AD untuk diterbangkan ke Lanud Juanda, Surabaya.
Usai ikut mengangkat jenazah tersebut, kata dia, malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, ia pulang ke rumah menggunakan mobil dengan menyetir sendiri. Tiba-tiba di sampingnya muncul sosok pria besar. Tapi bayangan itu muncul sepintas.
“Pria itu tiba-tiba duduk di samping saya. Perawakannya saat itu tinggi dan besar. Saya kaget, setelah itu dia cuman tersenyum kemudian menghilang,” kata Mulyadi.
Mulyadi menerka bahwa kemungkinan besar pria itu roh dari jenazah yang diangkutnya. Tujuan mendatanginya kata dia, kemungkinan untuk mengucapkan terima kasih kepadanya karena turut membantu mengevakuasi dan mengantarkan ke daerah asalnya.
“Kejadian itu sempat membuat bulu kuduk saya merinding malam itu. Karena itu sampai sekarang saya masih teringat,” katanya.
Tercium Bau Wangi, Jenazah Ajaib Itu Dikaitkan ke Syaiful
Temuan jenazah ini pun dihubungkan dengan sosok Syaiful Rahmat, teknisi avionic atau radio komunikasi Airasia QZ8501 yang dinyatakan hilang pada Minggu, 28 Desember 2014 di Selat Karimata, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Apalagi sebelum jatuhnya pesawat, Rudi yang merupakan rekan Syaiful di AirAsia bercerita mencium bau wangi dari tubuh pria yang dikenal supel, mudah bergaul dan relgius itu.
Tapi, kaitan jenazah ajaib dengan sosok Syaiful ini harus menunggu kerja dari Tim DVI Polda Jawa Timur yang melakukan identikasi. Karena jenazah yang jasadnya utuh ini juga dihubungkan dengan Marwin Sholeh, pria yang dikenal sebagai paranormal dan sudah diidentifikasi oleh Tim DVI, Jumat (9/1).
Kepada wartawan di Kantin Mapolda Jawa Timur, Jumat siang (2/1), Rudi menceritakan, bahwa dua hari sebelum tragedi AirAsia terjadi mengaku mencium bau harum pada tubuh Syaiful.
Dan wangi itu, tak pernah dia cium sebelumnya. Rudi amat yakin karena sehari-harinya dia juga berprofesi sebagai teknisi avionic di AirAsia.
"Dua hari sebelum kejadian, saya sempat mencium bau harum ketika berada dekat Syaiful. Baunya bukan bau harum karena parfum, tapi bau yang lain," cerita Rudi.
Keluarga Dihubungi oleh Nomor Korban Penumpang AirAsia
Ada cerita menarik di balik proses pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501. Salah satu keluarga dihubungi oleh handphone milik salah satu kerabatnya yang menjadi korban.
Kejadian ini diungkap Ketua Tim DVI Jatim dan Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budiyono saat menggelar jumpa pers di Posko Crisis Center Polda Jatim, Sabtu (10/1/2015).
Budiyono yang didampingi Menhub Ignasius Jonan serta Kepala Basarnas Surabaya Hernanto dan perwakilan AirAsia mengatakan upaya penyelidikan yang melibatan Densus 88 AntiTeror serta provider seluler.
"Kemarin ada salah satu keluarga penumpang yang merasa dihubungi oleh handphone yang dibawa penumpang yang menjadi korban," kata Budiyono tanpa menyebut identitas keluarga korban yang melapor itu..
Menurut Budiyono, saat nomer korban menghubungi keluarga itu disaksikan beberapa orang, termasuk dari pihak AirAsia yang memang sebelumnya sudah diajak koordinasi.
"Saat akan diterima mati, dicoba ditelpon lagi tidak bisa," tandas Budiyono.
Langganan:
Postingan (Atom)